Hey, Doctor! Series : Sunday

hedo

Title: Hey, Doctor! Series – Sunday

Author: popowiii

Cast: Goo Junhoe (iKon) – Lee Taerin (OC) – Lee Taejin (OC) – Lee Taemin (SHINee)

Genre: Comedy-gagal, Romance

Lenght: Ficlet

Credit cover: popowiii | SHINING VIRUS

Disclaimer: Aku cuma punya plot dan covernya 😀 Cast milik Tuhan YME dan keluarganya. Walau, terkadang Taemin & Junhoe mampir jadi penghuni hati saya :3

Summary:

“–runtuk Junhoe dalam hati, walau ia tahu… itu sudah terlambat.”

 

pagehedo

Besok Minggu, jam 14.00 aku jemput kamu, oke? Jangan sampai lupa.

Salam hangat, dari Junhoe. Pacarmu yang tampan.

Untuk kesekian kalinya dalam 2 hari ini, Taerin membaca ulang pesan yang dikirim Junhoe. Sudut bibirnya tak pernah bosan untuk terangkat tiap kali mulutnya merapalkan kata-kata pada pesan singkat tersebut. Ditambah lagi, hari ini adalah Hari Sabtu–malam Minggu lebih tepatnya dan besok adalah hari yang sangat di tunggu-tunggu Taerin. Berkencan dengan kekasihnya, Goo junhoe. Siapa yang tak bahagia? Apa lagi kekasihmu adalah seorang lelaki jangkung yang keren, tampan, cool dengan masa depan mapan. Sungguh sempurna.

Di tempat lain yang hanya berjarak setengah meter dari kamar Taerin, di sebuah ruangan persegi dengan warna cat yang sama dengan kamar Taerin, abu-abu cerah. Seorang gadis yang sangat mirip dengan Taerin, ralat! Lebih tepatnya, Taerin sangat mirip dengan gadis itu, Lee Taejin. Ia berkali-kali mencoba mengulum senyum lebarnya. Berusaha agar lengkungan lebar itu tidak bertambah lebar dan merobek kedua pipinya.

Hari Minggu, jam 13.30. Aku jemput kamu^^ Sampai ketemu!

Pesan singkat dari Sehun—kekasihnya, yang baru saja ia terima beberapa menit lalu sukses membuat kakak perempuan Lee Taerin itu susah tertidur dan malah menggeliat aneh diatas kasurnya.

^∇^

Sinar matahari di Minggu pagi menyeruak masuk melalui celah-celah tirai jendela. Hmm… Apa yang biasa kalian lakukan di Minggu pagi? Olahraga? Menonton gosip pagi? Mendengarkan lagu? Atau, membuat rangkaian film singkat di alam mimpi? Biasanya hal terakhir itu adalah kegiatan favorit untuk Taerin dan Taejin. Namun, pagi ini keduanya sudah menghilang dari kamar tidur mereka. Meninggalkan sprei dan selimut yang tergeletak mengenaskan di sana.

Dua saudara itu menjadi tersangka utama atas suara gemericik air yang beradu dengan lantai kamar mandi.

10.00 KST

Taemin–anak sulung dari 3 bersaudara itu menuju sofa depan televisi dengan semangkuk sereal gandum dan susu vanila ditangan kanannya. Meletakkan tubuhnya dan melahap sereal tumbuhan kaya karbohidrat favorit Dewi Demeter–salah satu dewi dari kisah Yunani kuno. Alih-alih meraih remot televisi, dia lebih tertarik melihat kedua adiknya yang berlarian kesana-kemari. Mencari sepatu, kaus kaki, baju dan… hal wanita, kau tau?

Aroma parfum strawberry Taerin bercampur dengan parfum vanila Taejin. Baunya unik dan terkesan imut memang. Tapi sungguh, mereka menggunakannya dalam jumlah yang, yaah… cukup banyak, sehingga sukses membuat ibu yang tadinya melangkahkan kaki keluar kamar, mengurungkan niat dan kembali masuk ke kamar.

“Kalian ini mau ngapain, sih?”

Tanya Taemin dan tak mendapat jawaban.

“Ladies, your handsome brother is here, yoohoo~”

Masih tak ada jawaban.

“Woy!”

Lumayan, dibalas death-glare dari Taejin. Oke, sekarang kurang Taerin. Taemin berdiri menegakkan tubuhnya, merapikan sedikit surai hitamnya yang acak-acakan dan melangkahkan kedua kaki chopstiknya itu menuju Sang Bungsu.

“ALOHAA, DEDEK!” teriak Taemin, tepat ditelinga Taerin yang sedang sibuk menalikan sepatunya. Sontak tubuh Taerin terangkat sedikit ke atas saking kagetnya.

“Oh, please… Oppa ini kenapa, sih?”

“Mau kemana?” Taerin tersenyum malu sebelum menjawab pertanyaan Taemin. “Ada deh!” sampai akhirnya ia selesai menalikan sepatu converse di kakinya dan enyah meninggalkan Taemin sendirian (lagi).

13.15 KST

Taemin, Taejin dan Taerin duduk manis di depan televisi. Menikmati film The Avangers yang 30 menit lalu diputar oleh Taemin. Atas persetujuan dari Taejin tentunya. Namun, tidak dengan Taerin. Dia tak terlalu menyukai film hero macam itu, tapi dia suka pada tokoh Iron Man dan Captain America. Dia bilang, “Mereka tampan.”

Taejin dengan jeans coklat serta kemeja krem polos dengan kaos putih di dalamnya dan Taerin dengan jeans hitam dan t-shirt panjang bertuliskan “NY Champion”. Taemin? Kaos oblong dan celana selutut kebesaran saja sekiranya cukup. Dia lebih mirip tukang kebun beruntung yang berkesempatan menonton film bersama majikannya ketimbang anak sulung kebanggaan dari keluarga Lee.

Ting~Tong~

“TAERIN~ Buka pintu, Sayang…,” teriak Ibu dari dapur.

“Aku saja, Bu!” bukannya Taerin yang menyahut, melainkan Taejin.

Taejin membuka kenop pintu utama kediaman keluarga Lee itu. Terlihatlah sesosok pemuda jangkung dengan sepatu hitam menghilap, celana kain hitam dan kemeja biru yang tertutup jaket hitam. Pandangan matanya masih tertuju pada pesan singkat di layar ponsel yang ia genggam.

Seulas senyuman terlukis dibibir Taejin.

Pemuda itu menatap sekilas sepatu converse yang Taejin kenakan, “Kenapa kau tambah pendek? Sudahlah… Ayo!” pemuda itu langsung menarik Taejin halus dan menuntun Taejin menuju motornya yang terparkir di depan gerbang. Alih-alih memperhatikan air muka Taejin yang sedikit heran dan geram, karena menyebutnya pendek. Pemuda itu malah memberikan helm kepada Taejin dan bersiap mengegas motornya.

^∇^

“Kita mau kemana, –un? Ayo, pulang sa–…” Suara Taejin tak terdengar terlalu jelas, karena suara bising jalan raya Seoul di Minggu pagi yang cukup padat.

“Nanti kau akan tahu! Baru berangkat masa pulang? Aneh.”

Tiluling!

“Ponselmu bergetar, buka dulu!” titah Taejin, pemuda itupun menepikan motornya dan mengecek pesan masuk di ponselnya. Dia memeriksa nama kontak yang tertera di layar iPhone putih kesayangannya itu.

Lee Taemin Hyung, satu alisnya sedikit terangkat membaca nama itu.

Bzz, kembalilah!

Karena bingung dengan maksud dari pesan itu, Sang Pemuda mengabaikan pesan dari Taemin dan memasukkan ponselnya ke dalam saku jaket.

Tiluling!

Pesan lagi? Pagi ini, pemuda itu cukup banyak kedatangan pesan masuk. Dari siapa pesan kali ini? Sekiranya itu yang ada dipikirannya saat ia mencoba merogoh kantong jaketnya untuk kesekian kalinya.

Lee Taemin Hyung. Hebat. 1 hari sudah 2 kali mengirim pesan.

Siapa yang kau bawa, Jujunet? Aku yakinkan kau, Jun! Taerin dan Sehun akan menerkammu hidup-hidup setelah ini! Kembalikan Taejin pada Sehun! Junhoe, kau terlampau bodoh! Kau idiot!

Mata pemuda berjaket hitam itu melebar. Rasanya kedua bola matanya ingin melompat dari singgasana. Persendian dilehernya bergerak memutar ke belakang. Berharap ia masih bisa hidup setelah indra pengelihatannya berhasil menangkap sesosok Taejin yang duduk manis dibelakangnya. Ditambah dengan senyum evil-manis yang kini terukir diwajahnya.

“Hai, adik ipar!” sapa Taejin pada Junhoe yang sebentar lagi akan masuk rumah sakit karena serangan jantung.

“Bodoh! Taerin dan Taejin sama-sama suka pakai converse!” runtuknya dalam hati, walau ia tahu… itu sudah terlambat. Entah apa yang akan Taerin perbuat pada Junhoe setelah ini, pikirannya sudah terlalu buntu.

-FIN-

Note: Aloha~ saya kambek T^T How? How? Setelah debut dengan Heartache, sekarang saya comeback dengan Sunday, hihihi… Sama-sama banyak kekurangan sih memang :” Kritik dan saran sangat dibutuhkan~ Maafkan saya, My Lovely Taemin dan Taejin yang jadi tumbal baru di sini :3

Love♥

popowiii

Iklan

2 respons untuk ‘Hey, Doctor! Series : Sunday

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s